Seperti sudah diduga sebelumnya, penjualan mobil pada September berada di titik terendah.
Realisasi penjualan mobil secara wholesale (dari pabrik ke diler) di Indonesia pada periode itu mencapai 49.171 unit, sedangkan penjualan ritel sebanyak 49.227 unit.
Realisasi penjualan mobil secara wholesale (dari pabrik ke diler) di Indonesia pada periode itu mencapai 49.171 unit, sedangkan penjualan ritel sebanyak 49.227 unit.
Menurut data penjualan mobil yang diperoleh Bisnis dari kalangan ATPM kemarin, selama September Toyota masih mendominasi pasar dengan membukukan penjualan 18.413 unit. Mitsubishi dan Daihatsu berada di posisi kedua dan ketiga, masing-masing dengan angka 7.299 unit dan 6.652 unit.
Dengan raihan itu, total penjualan mobil di Tanah Air selama 9 bulan pertama tahun ini mencapai 556.231 unit.
Jodjana Jody, CEO PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation (Auto2000), mengatakan hari kerja yang berkurang karena libur panjang Lebaran memengaruhi penjualan mobil secara nasional pada bulan lalu.
Menurut Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, kendati penjualan secara nasional pada September 2010 melemah, masih lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi bulan yang sama 2009 yakni 37.208 unit.
Kendati penjualan September turun, tren permintaan mobil masih terus mengalami pertumbuhan.
Sejumlah ATPM mengaku mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan mobil yang terus meningkat. Suplai kendaraan bermotor diakui sulit mengimbangi tingginya permintaan di pasar.
“Untuk Toyota, permintaan lebih tinggi dari suplai sehingga stok makin tipis lagi. Total penjualan kami selama September 18.789 unit (ritel) dan 18.413 unit (wholesales). Penyesuaian produksi di pabrik ternyata belum mampu mengikuti kenaikan pasar yang cukup kuat,” ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto kemarin.
Secara terpisah, Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Rizwan Alamsjah mengatakan dalam beberapa kasus ATPM memang sedang mengalami kesulitan untuk melayani permintaan pasar kendati situasi secara umum masih normal.
“Memang untuk beberapa tipe harus inden dua bulan lebih. Akan tetapi, saya kira situasinya tidak separah yang terjadi pada 2008,” ujarnya kemarin.
New Rush & New Terios
Sementara itu, pasar kendaraan sport utility vehicle (SUV) di Tanah Air memasuki kuartal IV semakin ramai setelah TAM kemarin merilis varian terbaru dari New Rush.
Langkah Toyota itu dilakukan setelah sehari sebelumnya Daihatsu juga merilis varian terbaru dari SUV New Terios.
Menurut Joko Trisanyoto, strategi memperbarui varian New Rush dilakukan sebagai bagian dari upaya penyegaran pasar guna memperpanjang product life cycle.
Seri terbaru Toyota Rush mengalami perubahan pada bagian eksterior, mulai dari desain grill depan hingga lampu belakang.
Sementara pada interior, terjadi perubahan pada warna dan desain. SUV itu juga mengalami penambahan sejumlah fitur, seperti steering switch, corner sensor, dan electric power steering.
Pasar SUV sendiri di Indonesia menurut Joko cukup stabil. Terlebih lagi, dalam kondisi cuaca buruk seperti saat ini, konsumen lebih memilih kendaraan yang ber-ground clearance tinggi seperti SUV dan MPV dibandingkan dengan sedan.
Dengan merilis New Rush, TAM berambisi menguasai lebih dari 50 % pangsa pasar di segmen kendaraan SUV medium
Sementara New Terios juga mengalami perubahan pada sisi eksterior dan interior menjadi lebih mewah dengan perubahan dashboard serta kursi pengemudi yang dapat diatur ketinggiannya.
Menurut Amelia Tjandra, langkah me-refresh Terios dilakukan karena permintaan konsumen terus tumbuh dan persaingan di segmen SUV semakin ketat.
0 komentar:
Posting Komentar